Fenomena Ketua RT Gen Z dari Rawa Badak Selatan yang viral di media sosial menuai berbagai reaksi, termasuk dari anggota DPRD DKI Jakarta. Sosok muda yang memimpin lingkungan RT dengan pendekatan digital, komunikasi terbuka, dan gaya kekinian ini dianggap sebagai simbol perubahan generasi dalam sistem kepemimpinan akar rumput.
Dengan usia yang baru menginjak 22 tahun, pemuda bernama Fahri Pratama itu resmi dilantik sebagai Ketua RT 04 RW 06, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Aksi-aksi nyatanya seperti transparansi dana kas RT melalui Google Spreadsheet, layanan pengaduan warga via WhatsApp, dan program kerja berbasis polling online membuatnya disorot warganet.
Kepemimpinan Gaya Baru: Efektif dan Adaptif
Fahri yang baru lulus dari salah satu kampus swasta di Jakarta mengaku tak pernah bercita-cita menjadi Ketua RT. Namun, dorongan dari warga setempat yang mayoritas anak muda membuatnya maju dan terpilih secara aklamasi.
Salah satu program unggulannya adalah:
- RT Digital: Arsip dokumen warga dibuat digital dan tersimpan aman di cloud.
- Polling Ide Warga: Semua kegiatan RT seperti kerja bakti dan perayaan dibuat berdasarkan hasil polling online.
- Pelayanan Cepat: Warga bisa mengurus surat pengantar lewat form online 24 jam.
- Sosialisasi via Instagram Reels & TikTok: Fahri menjadikan media sosial sebagai jembatan utama komunikasi antarwarga.
DPRD DKI: Ini Simbol Kebangkitan Kepemimpinan Muda
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menyebut keberadaan Ketua RT Gen Z dari Rawa Badak Selatan ini adalah angin segar bagi tata kelola di level terbawah.
“Kita dukung generasi muda seperti ini. Mereka adaptif, paham teknologi, dan punya semangat kolaboratif. Pemerintah harus mulai mendesain sistem agar bisa mengakomodasi gaya kepemimpinan semacam ini,” ujar Mujiyono.
Ia juga menambahkan bahwa Pemprov DKI seharusnya menyediakan pelatihan kepemimpinan dan literasi digital bagi RT/RW yang berasal dari generasi muda.
Viral di Media Sosial, Netizen Terbelah
Tagar #KetuaRTGenZ sempat trending di Twitter/X dengan ribuan retweet dan komentar. Banyak warganet memuji gaya Fahri yang dekat dengan warga dan komunikatif. Namun, tak sedikit pula yang skeptis dan menganggap gaya ini terlalu santai untuk jabatan struktural.
Beberapa komentar netizen:
- “Gila keren! Baru tahu ada RT yang punya feed Instagram rapi banget. Serasa akun UMKM!”
- “Semoga bukan gimmick doang, ya. RT itu tanggung jawabnya berat loh.”
- “RT-nya Gen Z, tapi jangan sampai cuma gaya doang. Bukti kerja tetap nomor satu!”
Tantangan Ketua RT Muda: Tradisi vs Inovasi
Meski terlihat keren dan modern, Fahri tetap menghadapi tantangan, terutama dari warga senior yang terbiasa dengan sistem konvensional.
“Awalnya banyak yang ragu, apalagi waktu saya minta kirim data KK via email. Tapi pelan-pelan saya dampingi, sekarang mereka sudah mulai terbiasa,” tutur Fahri.
Selain itu, ia juga harus berurusan dengan birokrasi kelurahan yang masih dominan dengan sistem manual dan banyak prosedur yang belum ramah digital.
Dukungan dari Tokoh Masyarakat dan Warga Setempat
Menurut Ketua RW dan tokoh masyarakat sekitar, kehadiran Fahri justru membawa energi baru.
- Ketua RW 06: “Saya bangga anak muda mau ambil tanggung jawab. Dia bukan cuma melek teknologi, tapi juga rajin turun ke lapangan.”
- Warga senior: “Awalnya saya bingung dengan sistem online, tapi anak saya bantuin. Sekarang malah enak, tinggal klik dari rumah.”
Harapan untuk Sistem yang Lebih Inklusif
Keberhasilan Ketua RT Gen Z dari Rawa Badak Selatan ini memicu diskusi tentang pentingnya regenerasi dalam struktur kepemimpinan tingkat RT dan RW. Pemerintah daerah diharapkan membuka ruang lebih besar untuk anak muda dalam proses pemilihan RT/RW, termasuk reformasi aturan yang bisa mempermudah pencalonan pemuda dan digitalisasi data.
Kesimpulan
Sosok Fahri Pratama sebagai Ketua RT Gen Z dari Rawa Badak Selatan menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu soal usia, tapi soal inovasi dan kepekaan terhadap zaman. Langkah-langkah progresif yang ia lakukan bisa menjadi inspirasi nasional, terutama di tengah tantangan regenerasi kepemimpinan lokal.
