Aksi demo besar-besaran di Kabupaten Pati berujung ricuh pada Rabu sore, dengan massa menuntut Bupati Sudewo untuk mundur dari jabatannya. Meski situasi memanas, Bupati Sudewo menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri dan akan tetap menjalankan amanah hingga akhir masa jabatan.

Kronologi Kericuhan

Demo akbar yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh saat sebagian massa memaksa masuk ke area kantor bupati. Aparat keamanan berupaya menghalau massa dengan pagar betis, namun dorongan dan lemparan botol membuat situasi semakin tak terkendali. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Sejumlah peserta demo mengalami sesak napas dan luka ringan akibat bentrokan tersebut. Beberapa fasilitas umum di sekitar kantor bupati juga mengalami kerusakan, termasuk pot bunga, pagar, dan papan nama kantor.

Tuntutan Warga Pati

Warga yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat menilai kepemimpinan Bupati Sudewo tidak membawa perubahan signifikan bagi Pati. Mereka menyoroti masalah infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki, dugaan penyalahgunaan anggaran, serta minimnya transparansi pemerintahan.

Koordinator aksi, Andi Prasetyo, mengatakan bahwa desakan mundur bukan tanpa alasan. Menurutnya, kinerja pemerintah daerah stagnan dan tidak memihak rakyat kecil. “Kami sudah berkali-kali mengirimkan surat aspirasi, namun tidak ada tanggapan yang memadai,” ujarnya.

Respons Bupati Sudewo

Dalam konferensi pers usai kejadian, Bupati Sudewo menegaskan bahwa dirinya akan tetap memimpin Pati hingga masa jabatannya berakhir. Ia mengaku siap menerima kritik, namun menilai tuntutan mundur tidak berdasar. “Saya dipilih rakyat melalui mekanisme demokrasi, dan saya akan bertanggung jawab penuh hingga akhir,” kata Sudewo.

Ia juga meminta masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai tanpa merusak fasilitas umum atau mengganggu ketertiban. Sudewo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperbaiki kinerja, terutama di sektor infrastruktur dan pelayanan publik.

Situasi Pasca Kericuhan

Usai kericuhan, aparat keamanan tetap berjaga di sekitar kantor bupati untuk mengantisipasi aksi susulan. Aktivitas warga mulai kembali normal, meski sebagian toko dan pasar sempat tutup lebih awal karena khawatir terjadi bentrokan lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Pati berencana mengundang perwakilan massa untuk berdialog mencari solusi. Namun, sebagian kelompok aksi menegaskan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Kesimpulan

Kericuhan demo di Pati menunjukkan tingginya tensi politik dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah. Meski desakan mundur terus bergema, Bupati Sudewo memilih bertahan dan berjanji memperbaiki kinerja. Ke depan, dialog antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk meredakan konflik dan menjaga stabilitas di Kabupaten Pati.