ojol kembali menggema di sejumlah kota besar di Indonesia sebagai respons atas ketidakpuasan para pengemudi terhadap kebijakan aplikator. Para driver ojek online (ojol) menyuarakan lima tuntutan utama yang dianggap mendesak demi perlindungan hak dan kesejahteraan mereka. Aksi ini menjadi pengingat serius bagi perusahaan penyedia layanan transportasi daring agar lebih adil dan transparan dalam mengatur sistemnya.

Berikut ini adalah lima tuntutan utama yang diajukan dalam aksi demonstrasi para pengemudi ojol:

1. Beri Sanksi Tegas kepada Aplikator yang Melanggar Aturan

Para driver menilai banyak aplikator tidak mematuhi regulasi tarif dan aturan kerja sama dengan mitra pengemudi. Mereka menuntut pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan instansi terkait untuk memberikan sanksi nyata kepada aplikator nakal yang kerap merugikan mitra.

Ketidakseimbangan hubungan kerja dan kurangnya transparansi sistem algoritma disebut-sebut sebagai penyebab utama keresahan di lapangan.

2. Hapuskan Skema Tarif Hemat yang Merugikan Driver

Salah satu tuntutan paling vokal adalah penghapusan tarif hemat yang kerap ditawarkan ke konsumen. Tarif ini dinilai merugikan karena tidak sebanding dengan ongkos operasional dan tenaga driver.

Driver mengeluhkan penurunan drastis pendapatan akibat promosi diskon berlebih yang sering diberlakukan tanpa konsultasi kepada mitra.

3. Transparansi Algoritma dan Skema Bonus

Mitra pengemudi juga mendesak agar aplikator memberikan transparansi penuh terhadap cara kerja algoritma penugasan dan bonus. Banyak pengemudi merasa dirugikan karena sistem dianggap tidak adil, di mana pembagian order dan insentif tidak merata.

Permintaan ini muncul karena kecurigaan bahwa sistem lebih memprioritaskan driver baru atau akun tertentu.

4. Standarisasi Tarif Minimal Nasional

Para pengemudi meminta pemerintah menetapkan tarif minimal nasional yang adil dan seragam, tanpa bisa diubah sepihak oleh aplikator. Ketidakkonsistenan tarif antar daerah membuat pengemudi sulit mengatur pendapatan secara pasti.

Dengan adanya standarisasi tarif, diharapkan tidak ada lagi perlakuan berbeda antara driver di wilayah satu dengan lainnya.

5. Libatkan Driver dalam Proses Pengambilan Kebijakan Demo Ojol

Tuntutan terakhir menekankan pada pelibatan aktif komunitas driver dalam setiap proses perubahan kebijakan yang berdampak pada operasional mereka. Selama ini, banyak keputusan aplikator maupun regulasi pemerintah dianggap tidak merepresentasikan suara mitra di lapangan.

Respons Pemerintah dan Aplikator Demo Ojol

Kementerian Perhubungan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menggelar forum bersama aplikator dan perwakilan driver. Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah seluruh tuntutan akan diakomodasi.

Sementara itu, beberapa aplikator menyatakan bahwa sistem yang berjalan sudah sesuai regulasi, namun tetap terbuka untuk evaluasi.