liputanmedia.id – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2009–2014), Prof. M. Nuh, menyampaikan bahwa target 100 Sekolah Rakyat akan direalisasikan pada tahun ini. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan yang adil dan berkualitas, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau sistem pendidikan formal.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum pendidikan nasional, di mana Prof. M. Nuh menekankan pentingnya gotong royong antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang merata.


Akses Pendidikan untuk Semua

Menurut Prof. M. Nuh, Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata dari pendidikan berbasis komunitas yang fleksibel namun tetap bermutu. Target 100 Sekolah Rakyat berdiri tahun ini tidak hanya angka, tetapi simbol komitmen untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak belajar.

Sekolah Rakyat juga dirancang untuk menjadi ruang pembelajaran yang terbuka, tidak terbatas oleh birokrasi kaku, serta lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal masyarakat.


Kolaborasi untuk Pemerataan Pendidikan

Gagasan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh pendidikan, yayasan sosial, dan pelaku dunia usaha. “Kami membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya. Siapa pun bisa ikut andil dalam mendirikan dan mengembangkan Sekolah Rakyat,” ujar Prof. M. Nuh.

Dengan target 100 Sekolah Rakyat, diharapkan ke depan akan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan membumi.


Penutup

Upaya mendirikan 100 Sekolah Rakyat tahun ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan kesenjangan pendidikan di Indonesia. Di bawah arahan Prof. M. Nuh, gerakan ini membawa harapan baru bagi jutaan anak bangsa.

Mungkin Anda Berminat Dengan : Willem Dafoe Diincar Perankan Ebenezer Scrooge dalam Remake Baru ‘A Christmas Carol’